Bagaimana Cara Membuat Software Kustom?

Selama ini mungkin banyak software yang kita gunakan merupakan bawaan dari PC yang kita beli. Sebut saja paket Microsoft Office atau Adobe. Terkadang kita meng-install aplikasi tambahan dengan membeli paket CD atau beli digital dalam bentuk download.

Bagaimana jika dari semua software yang dipasarkan tidak ada yang cocok dengan keperluan kita? Bagaimana jika sekalinya ada, justru budget kita membludak?

Kondisi seperti ini pastinya krusial jika sudah menyangkut nasib suatu organisasi atau jaringan perusahaan. Oleh karena itu, biasanya instansi seperti ini menggunakan jasa IT solution provider demi memiliki software yang betul-betul sesuai kebutuhan mereka.

Lalu, bagaimana prosesnya? Secara garis besar ada 5 tahap dalam pembentukan software kustom, yakni:

  1. Konsultasi: Di tahap awal ini, calon pengguna biasanya memberi gambaran mengenai proses kerja yang biasa ia lakukan. Setelah itu, ia menjelaskan kendala yang dirasakannya serta kondisi yang ia harapkan dari software ini.
  2. Desain: Setelah mengumpulkan informasi mengenai budaya kerja dan ditel teknis dari calon pengguna, pihak provider akan mengusulkan suatu konsep software dalam bentuk cetak blueprint. Di tahap inilah calon pengguna dapat terjun langsung ke proses kustomisasinya.
  3. Pengerjaan: Setelah blueprint disepakati     oleh kedua pihak, mulailah masuk ke dapur development     di mana para programmer akan melakukan coding terhadap bakal software. Akan ada pula tahap testing dari sisi teknis sistem dan juga dari sudut pandang user yang     menggunakan.
  4. Implementasi: Ketika     software sudah dikatakan siap akan dilakukan implementasi ke calon pengguna. Tahap ini terbagi menjadi implementasi teknis     (hardware) dan     implementasi non-teknis (user).
  5. Pemeliharaan: Tahap ini lebih sering disebut maintenance, di mana pihak provider menjaga kelancaran software jika ada bug atau masalah. Biasanya dalam jangka waktu tertentu, provider memberikan garansi untuk pemeliharaan software. Layanan ini dapat dilakukan di tempat pengguna (on-site) atau dari jauh (remote).

Langkah-langkah yang tertulis di sini sudah dibuat se-sederhana mungkin. Proses pembuatannya sesungguhnya membutuhkan banyak komunikasi dan revisi. Selain itu perlu diingat pula, kustom software tidak hanya untuk keperluan bisnis besar, keperluan pribadi-pun sah-sah saja dibuatkan software kustom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *