Generasi Desainer Hybrid Bersama Ghea A. Dewangga

Desainer UI/UX yang kini dicari adalah seorang kreatif dengan nalar seni sekaligus keterampilan untuk coding. Dari pengamatan John Maeda di Design in Tech Report 2017, teknologi butuh penggerak lintas disiplin semacam ini.

Masih dari laporan Maeda, ternyata jika digabungkan, total SDM bidang seni di Google, Amazon dan Facebook bisa mencapai 65% dari total SDM-nya. Angka ini cukup mengherankan karena lebih tinggi daripada SDM “teknologi”-nya seperti developer atau analis murni yang hanya 35%.

Sebagai seorang desainer yang memiliki latar belakang programmer, Ghea Alfa Dewangga merupakan salah satu wujud dari desainer hybrid yang digambarkan Maeda. Pada kesempatan ini Ghea membahas hubungan desain dan teknologi.

Louis Morgner via Unsplash

Desain dan Coding

“Di bidang desain kita harus bisa berpikir “liar”. Gue harus berpikir keras untuk menyatukan imajinasi yang ada di dalam otak, harus bisa kreatif mengembangkan sebuah konsep dan juga sisi teknisnya.” jelas Ghea A. Dewangga yang berpengalaman di HTML, CSS dan Java.

Tidak seperti desain, menurut Ghea coding sudah ada pakem logikanya yang sudah ditentukan si perancang bahasa pemrograman. “Bukan berarti kita tidak bisa berpkir keras atau liar, gue katakan bisa. Tetapi ada dampaknya.”

Menurutnya, jika yang mengerjakana bukan programmer “si empu yang membuat logikanya”, maka akan ada potensi kedepannya coding-an tersebut sulit dikerjakan.

 

Hybrid Desainer dan Programmer

Apakah teknologi sudah sangat membutuhkan desain? Atau justru desain yang proaktif bergerak ke arah teknologi? Menanggapi pertanyaan tersebut Ghea menyetujui bahwa ini memang simbiosis mutualisme antara desain dan teknologi.

Ghea memberikan contoh kasus permintaan klien untuk menyajikan laporan di aplikasi kustomnya. Laporan tersebut bisa disajikan secara konvensional. Tetapi ada kebutuhan, khususnya dari UI/UX, untuk menyajikan tampilan visual yang “enak”. Perihal bagaimana dan serumit apa penyajian data-nya, teknologi harus mengejar untuk mengakalinya.

Ken Yeung dari Venture Beat yang juga tertarik pada bahasan hybrid Maeda ini menjelaskan si desainer diharapkan adalah sosok yang mampu “melihat kerumitan yang ada dalam produk teknologi, serta tantangan desain yang ada di baliknya”.

Menurut Ghea, tidak sekadar “melihat kerumitan”, desainer yang punya latar keahlian programming bisa mandiri. “Justru karena gue sedikit ngerti, gue bisa kasih tantangan desain yang out of the box, yang nantinya kita obrolin dan upgrade ilmunya bareng-bareng. Ada negosiasi teknis dan seni di sini.” tutur Ghea yang memang punya latar belakang front-end programmer.

 

Kustom Fungsi dan Selera

Bicara aplikasi kustom, ada dua hal yang ditekankan: bisa apa saja dan bagaimana penyajiannya. Untuk yang pertama, kita bisa sebut sebagai fungsi yang ada di aplikasi. Sedangkan yang kedua adalah tampilan, atau desain UI/UX.

“Yang paling penting adalah desain interface yang tidak menimbulkan pertanyaan kepada user di kemudian hari.” tegas Ghea. “Yang menantang dari proses ini adalah permintaan klien yang kadang ajaib“, jelas Ghea ketika diminta berbagi pengalaman membuat proyek kustom.

Menurutnya, karena terpaut ingin aplikasi kustom yang memudahkan jalan bisnisnya, jadi banyak hal ditel yang dihiraukan. “Padahal otomatisasi itu baru bisa berjalan jika di awal kita sudah setup detail komponen-komponen kecilnya.”, tambah Ghea.

Bagaimanapun juga, sudah menjadi tugas desainer UI/UX untuk menempatkan diri sebagai user. Untuk menghasilkan UI/UX yang baik dan halus, maka negosiasi teknologi, seni dan sosiologi harus diterapkan. Bayangkan menjadi seorang profesional yang dapat hybrid seperti ini, tentunya serasa punya satu tim di dalam kepala sendiri.

 


Tentang Ghea

Lahir di Mataram, 10 Juli 1992, Ghea Alfa Dewangga lulus dari Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara padai tahun 2014. Sebelum Qasico, Ghea sudah terlibat di proyek besar sebagai front-end programmer seperti website perusahaan nasional maupun internasional.

Sejak masuk Qasico saja, Ghea sudah menggarap proyek UI/UX untuk website Qasico, aplikasi Konektifa, serta berbagai proyek kustom mulai dari ERP hingga aplikasi on-demand.


Ref.

https://www.linkedin.com/pulse/design-tech-report-2017-sxsw-john-maeda

https://designintechreport.wordpress.com/2017/03/11/design-in-tech-report-2017/

https://www.fastcodesign.com/3067501/thinking-beyond-the-interface

https://venturebeat.com/2017/03/11/the-tech-industry-needs-more-designers-are-hybrid-designer-developers-the-answer/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *