Mengapa Pengusaha Indonesia Butuh ERP Lokal?

Drew Patrick Miller via Unsplash

 

Sistem ERP (Enterprise Resource Planning atau Perencanaan Sumber Daya Perusahaan) adalah software untuk mengatur proses bisnis suatu perusahaan. Perangkat ini memantau dan menjaga informasi suatu perusahaan agar terintegrasi.

Satu divisi dapat mengetahui situasi divisi lainnya hanya dalam hitungan detik. Supervisor di warehouse dapat langsung menyiapkan barang yang dibutuhkan berdasarkan sales order dari divisi sales. Semua dengan selisih beberapa detik saja.

Layanan ERP, termasuk di Indonesia, menawarkan berbagai kemudahan dengan fasilitas yang canggih dan super lengkap. Mulai dari sales, accounting, finance, purchase, human resource, production, inventory, warehouse, project management, customer relationship management hingga point of sales.

Lebih banyak belum tentu lebih baik?

Menurut James, Chief Operating Officer (COO) Qasico, sistem ERP komplit ini bagai “martil dengan banyak mata”. Jelas lengkap dan multiguna, tetapi bisa juga meberatkan. Sistem ini membutuhkan space yang berat di komputer dan sudah pasti menguras budget.

Jika kita bisa implementasi ERP secara satuan (a la carte), kenapa tidak? Kita justru bisa fokus membenahi titik-titik tertentu dalam bisnis kita. Misalnya, hanya accounting saja, tanpa sales. Dengan begini, budget bisa kita atur lebih murah.

Selain itu, umumnya ERP yang luas beredar disatukan dalam bundle dengan best practice bisnis yang kaku. Alhasil, pelaku bisnis lokal jadi harus menyesuaikan kebiasaan dengan ERP yang sudah ada.

Bagaimana jika ERP gubahan Amerika Serikat ternyata tidak bisa diimplementasikan oleh pengusaha dari daerah-daerah di Indonesia? Ya, hal ini sering terjadi.

“Kebutuhan orang Indonesia itu unik karena kita saja sudah multikultural. Budaya bisnisnya pasti berbeda-beda. Kami berusaha menjembatani hal itu”, tegas Ardi Arif Suden Chief Executive Officer (CEO) Qasico.

Berdasarkan pengalamannya berbisnis, Ardi menyadari bahwa pengusaha Indonesia mengeluhkan betapa sistem dari luar negeri cenderung tidak pas digunakan dalam budaya bisnis lokal.

Pasalnya, ada saja situasi spesifik dari pelanggan yang berdasarkan “persaudaraan” sehingga sering kali ada di luar konvensi bisnis. Sebut saja: kasus pengembalian barang yang sudah dibeli dsbg. Karena itu, sayang sekali jika sistem bisnis lokal harus berupaya menyesuaikan dengan sistem bikinan luar negeri.

Mengapa kita tidak punya ERP lokal sendiri?

Ya, pertanyaan tersebut akhirnya mendasari dibentuknya Qora, ERP lokal garapan Qasico.

Qora adalah ERP yang dibuat di tengah atmosfer bisnis Indonesia. Dibangun berdasarkan pengalaman pengusaha tanah air, dari daerah hingga perkotaan, Qora ditujukan untuk mengakomodasi budaya bisnis di Indonesia, mulai dari UMKM hingga enterprise.

Qasico telah dipercaya oleh berbagai klien lokal. Di antaranya, Porter Indonesia, jasa cleaning service on-demand  Klik n’ Clean dan integrasi koperasi perikanan Aruna. Cakupan yang ditanganinya pun beragam, mulai dari warehouse, manufacture, retail, e-commerce hingga koperasi perikanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *