Mengapa ERP Mahal?

 

Seperti produk IT lainnya, pembuatan ERP (Enterprise Resource Planning) bergantung kepada seberapa besar otomatisasi yang ingin dinikmati oleh user. Selain masalah teknologi, pembuatan ERP membutuhkan waktu, tenaga, skill dan pemahaman di bidang bisnis.

Riset

Hampir 30%* dari waktu yang digunakan untuk membuat ERP dihabiskan untuk riset. Tahap ini memang krusial karena juga menjadi fondasi dari pembuatan dan implementasi ERP. Pasalnya, masing-masing fungsi dalam proses bisnis memiliki sistem perhitungan tersendiri.

Misalnya, ketika sejumlah barang datang, maka sistem di divisi Purchase yang mengurus pembayaran dan Warehouse yang mengatur penyimpanan harus bisa langsung terintegrasi. Analisis kebutuhanbisnis yang dibutuhkan di sini cukup kompleks sehingga perlu ditangani oleh tenaga analis yang berpengalaman pula.

Kapasitas Teknologi

Kerangka teknologi yang digunakan akan menentukan harga sebuah produk ERP. Selain pilihan keamanan server dan tingkat ketanggapan aplikasi, skala penggunaan juga menjadi pertimbangan dalam tahap pembentukan teknologi (development) sebuah ERP.

Semakin banyak user dan semakin kompleks fungsi modulnya, maka semakin mahal pula biaya untuk resource yang dibutuhkan. Inilah mengapa ERP untuk 1 buah modul sederhana bisa dihargai Rp 5 -7 juta rupiah sedangkan ERP “komplet” bisa mencapai Rp 50 juta hingga  Rp 1 milyar.

Implementasi

Proses “memasangkan” produk ERP ke bisnis user/klien memerlukan kejelian, skill intrapersonal untuk training dan waktu yang tidak sedikit. Inilah mengapa software house pembuat ERP serignya bekerja sama dengan perusahaan lain yang menyediakan layanan implementasinya.

Selain itu, risiko masif seperti kerusakan atau kehilangan data harus siap ditanggung oleh pihak penyedia ERP. Adanya perubahan dan pengembalian ke tahap development juga biasanya menambah biaya pemasangan ERP.

Layanan Bantuan

Meskipun tidak selalu satu paket dengan pembuatannya, produk ERP disertai dengan layanan bantuan yang biasanya termasuk garansi pembelian. Penyedia ERP menyediakan layanan bantuan after-sales yang lebih akrab disebut sebagai “maintenance”.

Jika ada masalah malfungsi sistem maupun human error user bisa menghubungi penyedia ERP untuk bantuan. Karena itu, penyedia ERP harus siaga dalam hal pengawasan dan penanganan krisis (bug). Biaya maintenance biasanya bergantung dari pilihan pelayanan CS, di antaranya jam kerja (9 to 5) atau full time (24/7).

Kustomisasi

Kustomisasi menuntut kejelian dan fokus kepada proses bisnis user/klien. Hal ini karena yang ditawarkan* tidak sebatas kebutuhan operasional, tetapi juga bisa sampai kultur bisnis klien. Tentunya produk kustom membutuhkan effort riset yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk siap pakai.

ERP sebetulnya tidak serta merta mahal. Justru dalam kasus kustom, ERP bisa jadi lebih murah karena sengaja dibuat tidak berlebihan, tidak terlalu kompleks, agar “pas” dengan kebutuhan bisnis.

 

*) Pengalaman Business Analyst Qasico, Sylvia Martshalina dan Hilda Awwaliya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *